Kamis, 16 April 2020

Dialog Buku yang Terbuka

Kelapangan dada tidaklah terbatas. Ketika penjelasan yang panjang itu dibaca, seseorang akan bisa memahami banyak hal dengan satu petunjuk saja. Sementara para pemula tidak akan bisa memahami satu kata pun kecuali makna dari satu kata itu sendiri. Lalu pengetahuan ruhaniah dan kesenangan apa yang bisa mereka dapatkan ? Perkataan diucapkan sesuai dengan kemampuan pendengarnya. Jika seseorang tidak bisa mengambil  intisari dari sbuah perkataan , maka hikmah dari perkataan itu juga tidak akan muncul. Tapi ketika ia mampu dan menyerapnya dengan baik , maka hikmah akan turun. Tetapi dia berkata  " Aneh , kenapa tidak ada kata -kata yang  terucap? " maka akan datang jawaban " Aneh kenapa kamu tidak menceburkan dirimu dan mencari hikmahnya ?" Seseorang yang tidak memiliki kekuatan mendengarkan yang baik , maka ia tidak akan bisa memberikan orang lain alasan untuk berbicara.

#Fihi Ma Fihi
#Jalaluddin Rumi
_Dialogsunyii

Senin, 13 April 2020

Dialog Melihat


Pertama-tama seseorang harus memiliki pandangan hati, setelah itu barulah ia dapat melihat. Jika ia tidak memiliki pandangan hati, lantas bagaimana ia bisa melihat sesuatu yang tersembunyi?
Wahai engkau yang bentuknya lebih indah  dari seribu makna. 
Segala esensimu kutulis dalam kata.
Ini bukan perkara yang mudah. 
Selamat membaca.

_Dialogsunyii

Dialog Melepaskan


We used to think that by controlling everything , think will work out fine. But no, our lifeswill be full of unexpected things . We have to be familiar with letting go.

Dari racun siput,  yang menjadikannya ada.  Dari pedagang kaya yang membawa zat warna untuk jubah raja. Dari kapal karam yang menjadikannya sengsara. Dari yang digenggam  dan harus dilepaskan.

Perihal melepaskan, jangan kau penjarakan akal mu hanya dengan kata romansa. Jika kau pandang cakrawala dan duduk diantara goresannya. Kau akan menemukan  dia. Dia yang menguap,  lalu melepaskan demi  kelangsungan kehidupan.

Dari busur panah yang melesat kearah tujuan. Dari tombak yang tertancap kepada buruan. Dari peluru yang menembus jantung lawan. Ia berjalan kehatimu, namun kau hanya diam dibalik pintu.

Dialog burung dalam sangkar dan merpati. Rangkaian kata yang bermuara pada kebebasan. Tampak ada yang lupa arti melepaskan. Pergilah, temukan dirimu dalam kebebasan. Tapi ingat merpati tak lupa kemana ia pulang.

_DialogSunyii

Senin, 06 April 2020

Sunyi dari Diri





Kadang kebigungan begitu estetik menari-nari didalam kepala kita. Berjalan mundar-mandir serupa  sebuah drama layar kaca. Selangkah kaki melayang menginjak tanah, selangkah kaki mengayun kebelakang ragu akan arah. Apa aku menuju jalan yang benar? Tampaknya akhir cerita  itu cuplikan-cuplikan drama yang terikat. Dikemas oleh Sutradara yang paling handal . Tak ada yang mampu menandingi keindahan alur ceritanya, Yang banyak menyadarkan manusia bahwa alur ceritaNya lebih indah dari rencana kita.

Barangkali malam ini memang cocok untuk sedikit bersandar pada kebodohan lalu. Duduk menunggu datangnya siang, walaupun kau tahu tiap detik pergi  tanpa seucap kata dan berlalu sia-sia.  Kau begitu mencinta  terang dari pada gelap. Matamu terlalu jauh melihat kedepan, sejatinya ragamu masih ada disini dalam selimut kegelapan. Kapan kau sadar untuk segera melepaskan ?

Tampakku lihat secangkir kopi yang dingin tanpa disentuh pemiliknya. Angin berhembus merampas aroma kehangatannya. Kau egois,katanya.

Kali ini tugasku rumit, hanya dua menit satu detik. Ku buka lembaran kertas kosong dan ku isi dengan tinta yang tersisa. Semua rumit, Jika Paul Van River ada disini mungkin ia akan tertawa melihat kekonyolan ini.Ia akan berkata, keputusan itu harus kenal spontanitas. Jika sistematis tak dapat berkawan baik.

_Dialogsunyii