Kadang
kebigungan begitu estetik menari-nari didalam kepala kita. Berjalan mundar-mandir
serupa sebuah drama layar kaca. Selangkah
kaki melayang menginjak tanah, selangkah kaki mengayun kebelakang ragu akan
arah. Apa aku menuju jalan yang benar? Tampaknya akhir cerita itu cuplikan-cuplikan drama yang terikat.
Dikemas oleh Sutradara yang paling handal . Tak ada yang mampu menandingi keindahan alur ceritanya, Yang banyak menyadarkan manusia bahwa alur ceritaNya
lebih indah dari rencana kita.
Barangkali
malam ini memang cocok untuk sedikit bersandar pada kebodohan lalu. Duduk menunggu
datangnya siang, walaupun kau tahu tiap detik pergi tanpa seucap kata dan berlalu sia-sia. Kau begitu mencinta terang dari pada gelap. Matamu terlalu jauh melihat kedepan, sejatinya ragamu masih ada disini dalam selimut kegelapan. Kapan kau sadar
untuk segera melepaskan ?
Tampakku
lihat secangkir kopi yang dingin tanpa disentuh pemiliknya. Angin berhembus
merampas aroma kehangatannya. Kau egois,katanya.
Kali
ini tugasku rumit, hanya dua menit satu detik. Ku buka lembaran kertas kosong dan
ku isi dengan tinta yang tersisa. Semua rumit, Jika Paul Van River ada disini
mungkin ia akan tertawa melihat kekonyolan ini.Ia akan berkata, keputusan itu
harus kenal spontanitas. Jika sistematis tak dapat berkawan baik.
_Dialogsunyii
_Dialogsunyii

Tidak ada komentar:
Posting Komentar