Jumat, 29 Mei 2020

Perjalanan Dari Titik Nol


Kau menghela nafas dalam-dalam. Dan lagi- lagi kau harus  berada pada jalan yang selalu memberimu sebuah pilihan yang sulit.

Kau hanya menepuk dada dan berkata pada dirimu sendiri. “ Ini bukan yang pertama kali, aku pasti bisa melalui. "

Jam pasir itu diam, namun ada ruang yang terisi dan perlahan kosong. Sekilas tampak tak ada yang berubah, namun kau salah. Ia mengelabuimu agar tiba pada saatnya kau benar-benar menyesal telah menyia -nyiakannya.

Kini kau pergi dengan  buku kosong dan sebuah pena. Berjalan sendiri, menuju jalan yang kau pilih. Terkadang kau melihat senyum manusia -manusia yang mengiringi perjalannanmu. Namun mereka tak pernah bertahan lama dan setelah beberapa detik jarum jam berpidah kau akhirnya sadar bahwa mereka hanya fatamorgana.

Sekumpulan domba menyapa kedatanganmu disebuah desa penggembala. Menyapamu dengan suara “ embe,embe”. Kau kebingungan, mengapa domba –domba itu tidak berkata domba?  “Ah, manusia pun kadang tak menyapa manusia dengan sebutan manusia.” Pikirmu.

Kau duduk disebuah batu dibawah pohon mangga. Gerombolan domba digiring penggembala agar melewati jalan yang penggembala pilih. Semua domba mengikuti jalan itu, tanpa memberontak dan bertanya kepada penggembala  dia akan dibawa kemana.

Kaupun  ingat akan suatu hal. Bahwa dalam tasmu ada sebuah buku dan pena yang kau bawa dari rumah. Namun kau bingung, kedua benda itu untuk apa kau bawa. Kepalamu mulai gatal, kau gunakan bagian atas pena untuk menggaruknya. Kau mulai berpikir bahwa kedua benda itu bisa kau gunakan untuk mencatat hal- hal penting yang akan kau lalui disetiap perjalanan didepanmu. Dan akhirnya kau menulis dalam halaman pertama buku itu.

Kau bukan domba, kau adalah manusia. Tuhan menciptakanmu dengan sempurna dari makhluk makhluk lain. Kau memiliki akal untuk berpikir. Hidup ini pilihan , kau seharusnya berjalan diatas pilihanmu. Bukan seperti domba yang terus patuh dan tunduk pada jalan pilihan penggembala.

Kau tutup buku itu, dan berbenah untuk tidur. Raga mu lelah, otakmu juga.






Minggu, 17 Mei 2020

Menuju Muara Keadilan



Remaja berusia 15 tahun yang sempat gegerkan banyak pihak karena membunuh seorang anak kecil berusia 5 tahun di Sawah Besar, Jakarta Pusat pada awal Maret 2020 lalu, ternyata sedang hamil. Kondisi NF tersebut diketahui setelah menjalani pemeriksaan fisik dan psikologis di Rumah Sakit Polri Jakarta Timur, terungkap bahwa NF juga menjadi korban kekerasan seksual oleh tiga orang terdekatnya dan kini hamil 14 minggu.Saat ini NF telah dirujuk ke Balai Anak "Handayani" di Jakarta. Di balai milik Kemensos tersebut, NF mendapatkan layanan rehabilitasi sosial sambil menunggu proses peradilan.[1].

            Saat pertama kali kasus ini mencuat ke publik, gue udah ngerasa ada yang ga beres sama peristiwa ini. Ketika banyak dari psikolog yang membahas mengenai kepribadian NF diliihat  gambar hasil karyanya yang bisa dibilang serem dan kesukaan nya terhadap film horror, yang menjurus bahwa NF psikop*t . Bagi gue bukti itu cukup penting tapi bukan satu satunya bukti yang menjadi pendorong kuat NF melakukan perbuatan itu. Justru gue ga percaya bahwa perbuatannya didasari oleh apa yang ia suka. Bagi gue kesukaannya adalah alat yang iya gunakan untuk mengekspresikan diri. Yang mana ketika NF suka menulis atau menggambar, maka media itu yang akan NF gunakan untuk mengekspresikan diri. Dan ide itu lahir dari apa yang sering kita lihat dan rasakan , namun yang paling sering gue alamin contohnya dalam hal kesukaan gue yaitu menulis kadang tulisan itu  lahir dari apa yang dilihat atau apa yang kita alami sehari hari. Mungkin ada yang setuju atau engga mengenai pendapat gue ini, tapi itu yang gue alami. Jadi menurut gue saat itu, yang harus diselidiki pertama kali oleh penyidik adalah lingkungan  keluarganya. Yang bikin gue berpikir seperti itu karena perkembangan seorang anak tidak akan terlepas dari lingkungan terdekat yaitu keluarga.

            Dan terdengar kabar yang bikin gue kaget, katanya NF hamil 14 minggu. Namun masih belum diketahui pelakunya. Bukan hanya R, melainkan ada satu orang pamannya yang lain, dan pacar NF sendiri[2] Berarti pandangan gue bener. Bahwa ada yang ga beres, bahwa secara psikis ia mengalami kekerasaan. Peristiwa ini terjadi karena ada kecacatan hak anak, dan pelanggaran kesejahteraan terhadap NF. Perihal pacarnya NF mungkin gua akan berkomentar ditulisan yang lain.
            Biar gak jadi sampah doang ni tulisan gue, gue bakal selipin Undang –Undang yang relevan sama kasus ini  Hukum kesejahteraan anak diatur dalam Undang – Undang Nomor 4 Tahun 1979.  Dalam penjelasannya secara umum dapat dikatakan : Suatu bangsa dapat membangun dan mengurus rumah tangganya harus membentuk dan membina suatu usaha yang terus menerus , dari generasi kegenerasi.  Untuk menjamin usaha tersebut perlu setiap generasi dibekali oleh generasi yang terdahulu dengan kehendak, kesediaan,,kemampuan serta keterampilan untuk melaksanakan tugas itu. Buat kalian yang  belum sempet baca buku tentang hak anak saatnya buka mata kalian lebar-lebar dan pahami. Pasal 2 Undang- Undang Nomor 4 Tahun 1979 menyatakan :

(1)   Anak berhak atas kesejahteraan , perawatan,asuhan dan bimbingan berdsarkan kasih sayang yang baik dalam keluarganya maupun didalam asuhan khusus untuk tumbuh dan berkembang dengan wajar.
(2)   Anak berhak atas pelayanan untuk pengembangan kemampuan dan dan kehidupan sosialnya , sesuai dengan kebudayaan dan kepribadian bangsa untuk menjadi warga Negara yang baik dan berguna.
(3)   Anak berhak atas pemeliharaan dan perlindungan baik semasa dalam kandungan  maupun sesudah dilahirkan.
(4)   Anak berhak atas atas perlindungan terhadap lingkungan yang membahayakan atau menghambat pertumbuhan dan perkembangannya dengan wajar.[3]

Jangan ngantuk dulu! Negara ternyata sudah  mengatur nya dengan indah bukan? Bagaimana hak –hak anak harus diperhatikan dan harus dipenuhi oleh setiap orangtua atau calon orangtua. Dalam tulisan ini gue cuma mau bilang kalo segala kejadian itu berawal dari sebab, maka muncullah akibat. Gue menyadari bahwa perbuatan NF salah, dan gue sendiri kecewa atas perbuatannya, lebih tepatnya menyayangkan kenapa NF bisa melakukan perbuatan itu. Tapi gue dan kita semua ga dibenarkan untuk meyalahkan NF, karena kita tidak pernah tau tekanan mental seperti apa yang NF alami dalam kehidupannya. Sekarang kita hanya  akan menonton tindaklanjut dari aparat penegak hukum, gue sih berharap 3 pelaku yang melakukan kekerasan seksual terhadap NF bisa dihukum seadl adilnya sesuai perbuatan yang mereka lakukan termasuk utuk NF . Dan jika ada saran dan komentar tentang tulisan ini gue harap tulis aja di kolom komentar. Jangan tulis didalam hati,karena gua ga bisa baca kata hati orang. Hehehe.

           
           


Kamis, 16 April 2020

Dialog Buku yang Terbuka

Kelapangan dada tidaklah terbatas. Ketika penjelasan yang panjang itu dibaca, seseorang akan bisa memahami banyak hal dengan satu petunjuk saja. Sementara para pemula tidak akan bisa memahami satu kata pun kecuali makna dari satu kata itu sendiri. Lalu pengetahuan ruhaniah dan kesenangan apa yang bisa mereka dapatkan ? Perkataan diucapkan sesuai dengan kemampuan pendengarnya. Jika seseorang tidak bisa mengambil  intisari dari sbuah perkataan , maka hikmah dari perkataan itu juga tidak akan muncul. Tapi ketika ia mampu dan menyerapnya dengan baik , maka hikmah akan turun. Tetapi dia berkata  " Aneh , kenapa tidak ada kata -kata yang  terucap? " maka akan datang jawaban " Aneh kenapa kamu tidak menceburkan dirimu dan mencari hikmahnya ?" Seseorang yang tidak memiliki kekuatan mendengarkan yang baik , maka ia tidak akan bisa memberikan orang lain alasan untuk berbicara.

#Fihi Ma Fihi
#Jalaluddin Rumi
_Dialogsunyii

Senin, 13 April 2020

Dialog Melihat


Pertama-tama seseorang harus memiliki pandangan hati, setelah itu barulah ia dapat melihat. Jika ia tidak memiliki pandangan hati, lantas bagaimana ia bisa melihat sesuatu yang tersembunyi?
Wahai engkau yang bentuknya lebih indah  dari seribu makna. 
Segala esensimu kutulis dalam kata.
Ini bukan perkara yang mudah. 
Selamat membaca.

_Dialogsunyii

Dialog Melepaskan


We used to think that by controlling everything , think will work out fine. But no, our lifeswill be full of unexpected things . We have to be familiar with letting go.

Dari racun siput,  yang menjadikannya ada.  Dari pedagang kaya yang membawa zat warna untuk jubah raja. Dari kapal karam yang menjadikannya sengsara. Dari yang digenggam  dan harus dilepaskan.

Perihal melepaskan, jangan kau penjarakan akal mu hanya dengan kata romansa. Jika kau pandang cakrawala dan duduk diantara goresannya. Kau akan menemukan  dia. Dia yang menguap,  lalu melepaskan demi  kelangsungan kehidupan.

Dari busur panah yang melesat kearah tujuan. Dari tombak yang tertancap kepada buruan. Dari peluru yang menembus jantung lawan. Ia berjalan kehatimu, namun kau hanya diam dibalik pintu.

Dialog burung dalam sangkar dan merpati. Rangkaian kata yang bermuara pada kebebasan. Tampak ada yang lupa arti melepaskan. Pergilah, temukan dirimu dalam kebebasan. Tapi ingat merpati tak lupa kemana ia pulang.

_DialogSunyii

Senin, 06 April 2020

Sunyi dari Diri





Kadang kebigungan begitu estetik menari-nari didalam kepala kita. Berjalan mundar-mandir serupa  sebuah drama layar kaca. Selangkah kaki melayang menginjak tanah, selangkah kaki mengayun kebelakang ragu akan arah. Apa aku menuju jalan yang benar? Tampaknya akhir cerita  itu cuplikan-cuplikan drama yang terikat. Dikemas oleh Sutradara yang paling handal . Tak ada yang mampu menandingi keindahan alur ceritanya, Yang banyak menyadarkan manusia bahwa alur ceritaNya lebih indah dari rencana kita.

Barangkali malam ini memang cocok untuk sedikit bersandar pada kebodohan lalu. Duduk menunggu datangnya siang, walaupun kau tahu tiap detik pergi  tanpa seucap kata dan berlalu sia-sia.  Kau begitu mencinta  terang dari pada gelap. Matamu terlalu jauh melihat kedepan, sejatinya ragamu masih ada disini dalam selimut kegelapan. Kapan kau sadar untuk segera melepaskan ?

Tampakku lihat secangkir kopi yang dingin tanpa disentuh pemiliknya. Angin berhembus merampas aroma kehangatannya. Kau egois,katanya.

Kali ini tugasku rumit, hanya dua menit satu detik. Ku buka lembaran kertas kosong dan ku isi dengan tinta yang tersisa. Semua rumit, Jika Paul Van River ada disini mungkin ia akan tertawa melihat kekonyolan ini.Ia akan berkata, keputusan itu harus kenal spontanitas. Jika sistematis tak dapat berkawan baik.

_Dialogsunyii

Jumat, 20 Maret 2020

Dialog Penjual Kopi Gendong




Dari jendela itu.
Tampak seorang lelaki tua yang sedang berjalan membawa termos dan beberapa renceng kopi.
Ia buka buku merah dalam tasnya.
Aku tak tahu, isi dari buku itu.

Datang seorang laki -laki dengan sepatu olahraga menghampirinya.
"Kopi satu pak!"

Padahal tidak hujan.
Namun mengapa ada pelangi,pikirku.

Semburat senyum kebahagian  terukir dari wajahnya.
Ia seduh dengan perlahan, dengan melihat setiap bentuk buih yang dihasilkan dari putaran tangannya.
Ada bahagia yang tak terucap.
Namun selalu ada yang mampu dibagi.
Senyum keluarga dirumah segera menanti.

_Dialogsunyii